Verifikasi Informasi dengan Chatbot teknologi Anti-Hoax

Kebebasan menyebar dan mendapatkan informasi saat ini diresahkan oleh berita yang tidak sesuai fakta atau hoax. Seiring dengan berkembang pesatnya alat penyebar informasi membuat berita-berita hoax bertebaran. tibuku hoax jelas sangat meresahkan masyarakat karena informasi yang disampaikan dalam berita hoax merupakan suatu hal yang tidak sesuai fakta dan cenderung berisi kebohongan untuk menjatuhkan atau memfitnah seseorang. Masyarakat Indonesia seringkali dihebohkan oleh informasi-informasi yang didapatkan melalui tautan yang mereka lihat di media social. Tibuku akan membahas bagaimana kita mengetahui berita yang kita baca itu hoax atau bukan.

Keresahan masyarakat atas informasi hoax yang dengan mudah tersebar sepertinya menjadi konsentrasi Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo). Saat ini hadir sebuah perangkat lunak yang merupakan hasil kerja sama antara Kemenkominfo beserta Prosa dalam menanggulangi berita-berita hoax bernama Chatbot. Kini Chatbot hadir untuk memverifikasi berita-berita atau informasi-informasi yang masih simpang siur dan belum diketahui kebenarannya. Hadirnya Chatbot sangat dibantu oleh perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Bersama Tibuku mari kita kenali terlebih dahulu apa itu Chatbot. Chatbot merupakan sebuah perangkat lunak robot atau Software yang dapat berinteraksi langsung dengan penggunanya melalui aplikasi chat. Saat ini, chatbot baru dapat digunakan oleh para pengguna aplikasi media social Telegram yang dapat diunduh di playstore atau appstore. Para Pengguna aplikasi Telegram kini bisa langsung terhubung dengan mudah melalui akun Chatbot yaitu teknologi anti hoax.

Sementara itu, cara kerja dari software Chatbot yang memiliki fungsi Anti Hoaks ini berbeda atau tidak sama seperti cara kerja dari mesin AIS yang merupakan mesin milik Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) sebelumnya. Tugas chatbot sendiri adalah hanya sebatas untuk memverifikasi atau memastikan kata-kata ataupun bisa juga memverifikasi sebuah link dari artikel berita. Verifikasi yang dilakukan oleh Chatbot ini berlandaskan dari apa yang ada di dalam data base mesin AIS milik Kemeninfo yang sudah ada. Mesin AIS sendiri merupakan data base yang isinya mengandung informasi-informasi hoaks dan juga asli. Meskipun berbeda dengan Mesin AIS, cara kerja Chatbot ini mengacu pada data base milik Kemeninfo tersebut.


Disini Tibuku akan menjelaskan sedikit bagaimana proses verifikasi yang dilakukan oleh Chatbot dalam memastikan berita yang kita dapat hoax atau asli. Jika yang akan kita cek adalah link dari berita tersebut, maka cara verifikasinya Chatbot akan mengambil konten dari link tersebut lalu software tersebut akan mencari datanya dari data base di Mesin AIS. Cara kerjanya seperti search engine. Lalu setelah itu Chatbot akan memproses ulang dan mencarikan relevansi dari artikel yang dikirimkan oleh pengguna Telegram. Software ini tentu akan membantu masyarakat agar tidak terjebak dalam buaian berita hoax yang akan merugikan banyak pihak. Oleh karena itu peluncuran Chatbot disambut baik oleh masyarakat Indonesia untuk memfilter masuknya informasi yang tidak sesuai dengan fakta atau berisi fitnah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *